21 Juni 2022

Saya sedang menunggu kejatuhan DEDDY CORBUZIER. Ya, Anda tidak salah baca, judul itu benar.

Mengapa?

Saya hanya penasaran bagaimana kesudahan dia.

Benar-benar Saya menunggu kejatuhan DEDDY CORBUZIER

DEDDY CORBUZIER

Saya ingat pernah beradu argumen (untuk tidak mengatakan saling ngotot) dengan seseorang di Facebook. Saya katakan kepada dia bahwa ada yang salah dengan Mario Teguh. Orang ini (sang pemuja berat Mario) tentu saja tidak senang dan membela habis-habisan. Dia mengutip kata-kata 'manis' sang pujaan hati untuk melawan saya dan membagikannya di Facebook.

Singkat cerita, apa yang saya prediksi benar, Mario Teguh akhirnya jatuh dengan cara yang tidak saya duga sama sekali. Mungkin, semua pemujanya juga tak pernah menyangka ketenaran sang idola berakhir dengan cara yang-maaf-memalukan bagi saya.

Deddy Corbuzier menjadi sorotan di akhir-akhir kepopuleran Mario Teguh.

Tentang pilot Vincent, saya cukup senang menonton video dia. Misalnya bagaimana dia mengajak seseorang terbang bersama dia kemudian melakukan hal-hal luar biasa bagi orang awam. Dia juga mengajari penontonnya berbagai hal terkait dunia penerbangan. Sayangnya itu tidak lama, pilot Vincent meredup dan hilang, setidaknya dari pandangan saya. Saya juga tidak mengira dia akan jatuh secepat itu.

Deddy Corbuzier juga menjadi sorotan di akhir-akhir kepopuleran pilot Vincent. Meskipun begitu, saya tidak menyimpulkan bahwa pilot Vincent hilang tenar gara-gara Deddy. Justru saya berpikir sebaliknya, sepertinya Deddy akan jatuh. Tetapi tiba-tiba dia masuk Islam.

Dan sekarang saya sedang menunggu kejatuhan Deddy Corbuzier.

Ada apa dengan dia?

Saya merasa dia semakin arogan.

Biarkan saya gali sedikit memori saya tentang dia.

Awalnya dia menjadi pesulap di RCTI. Sayangnya, semua pertunjukan dia tidak ada yang memukau saya. Satu-satunya yang menarik adalah tepi rambut W dan celak mata kelewat lebar, itu saja, tidak lebih.

Setelah berhenti menjadi pesulap, dia mulai menjadi pembawa acara 'Hitam Putih'. Saya lebih menyukai dia dengan profesi barunya ini. Saya juga cukup sering menonton acaranya terutama bila bintang tamu yang dia bawa cukup unik. Yaaaa, selain Chika memang cantik, astagfirullah... 👀

'Hitam Putih' luntur dan mati, lalu Deddy Corbuzier pindah ke YouTube dan menjadi podcaster. Saya masih mengikuti dan cukup sering menonton videonya. Di mata saya dia jauh lebih populer sebagai podcaster dibandingkan dua profesi sebelumnya.

Ya, saya suka podcast dia, tapi saya tidak pernah tertarik untuk menjadi subscriber saluran YouTube-nya. Entahlah, hati saya tidak tergerak. Bahkan setelah dia masuk Islam pun.

Semakin ke belakang saya makin kehilangan selera. Podcast dia semakin buruk. Saya merasa dia semakin arogan dan rakus. Dia mulai mengundang tamu-tamu yang kontroversial, membuat judul 'click bait', dan menampilkan gambar mini (thumbnail) provokatif.

Saya tidak ingat kapan terakhir saya menonton video dia secara penuh.

Sering saya lihat video dia muncul di teras YouTube. Judul 'wah' dan thumbnail 'wow' yang dia buat dengan susah payah tetap tidak mampu membangkitkan syahwat saya untuk mengeklik. Saya tidak tertarik sama sekali. Saya sudah kehilanagn selera. Dalam hati saya, saya berkata 'huh... kamu hanya ingin menunjukkan kamulah yang paling hebat dan kamu ingin uang yang lebih banyak'. Mungkin saya salah, tapi itulah keadaan saya.

Bapak Deddy, maaf, mungkin saya bukan smart people yang Anda maksud, tapi saya cukup smart untuk tidak mau membantu Anda menghasilkan lebih banyak uang karena kebodohan saya menonton video rusak Anda. Mungkin nanti jika situasi sudah berubah.

Kejatuhan Deddy Corbuzier

Saya akan memperbarui paragraf ini nanti. Saya tidak tahu kapan. Kita tunggu saja.

Akhir Kata

Semakin Anda terbang tinggi, semakin Anda butuh landasan pacu yang kuat atau teknik mendarat yang hebat.

Jika manusia diberi satu gunung emas maka dia akan menginginkan satu gunung emas lainnya. Tidak akan puas sampai mulutnya disumpal tanah (mati).

Ini tidak berarti saya menyumpahi agar pak Deddy segera jatuh. Tentu saja tidak. Saya hanya penasaran bagaimana akhir dari ketenaran dia. Saya yakin hari itu akan tiba. Sejarah mencatat, tidak ada seorangpun yang kekal di puncak kejayaan. Bahkan manusia sekelas Fir'aun sekalipun, tumbang dan jatuh.

Adakah pelajaran yang bisa kita ambil? Akankah Deddy Corbuzier menjadi lebih bijaksana? Kita lihat saja. 😎