Apakah IPK 2,5 bisa menjadi Pegawai Negeri?

Apakah IPK 2,5 bisa menjadi Pegawai Negeri ASN

Apakah IPK 2,5 bisa menjadi pegawai negeri? Jawabannya bisa. Contohnya saya sendiri, IPK saya 2,56 dan saya bisa menjadi guru dengan status PNS (sekarang disebut ASN, Aparatur Sipil Negara). Tidak menyogok dan tidak ada 'orang dalam'. Alhamdulillah.

Padahal obrolan senior-senior saya di kampus mengatakan bahwa untuk menjadi ASN kita harus memiliki IPK minimal 2,75.

Namun nasib berkata lain.

Setelah selesai S1 dari UNM (Universitas Negeri Makassar, ketika saya masuk namanya masih IKIP), saya pulang kampung. Saya senang, pada akhirnya saya bisa menyelesaikan kuliah saya selama 8 tahun.

Kebetulan ketika itu (tahun 2004) pemerintah kabupaten sedang membuka lowongan penerimaan calon pegawai negeri sipil. Saya agak ragu untuk mendaftar karena IPK saya hanya 2,56 saja, sementara saya mendengar obrolan senior-senior di kampus mengatakan minimal IPK untuk menjadi PNS adalah 2,75.

Walaupun sedikit ragu, tapi saya tetap memasukkan berkas di hari terakhir pendaftaran, tanpa beban sama sekali. Kalau lulus syukur, kalau tidak tak mengapa.

Saya senang ketika petugas yang menerima berkas saya mengatakan "saya yakin kamu lulus". Saya tidak tahu maksud perkataannya. Apakah sekedar basa-basi atau sekadar ingin menghibur saya.

Singkat cerita, setelah berkas saya diterima, kemudian mengikuti tes CPNS, hasil akhirnya saya lulus. Alhamdulillah.

Mujur tidak boleh diraih, malang tidak boleh ditolak. Begitulah peribahasa mengatakan. Artinya, tidak dapat berbuat apa-apa lagi kalau takdir sudah demikian.

Dengan usaha (walaupun sedikit) dan do'a, Allah takdirkan saya bisa menjadi pegawai negeri meskipun IPK hanya 2,5.

Jangan putus asa, tetaplah berusaha, dan yang utama adalah do'a.

Sekian, semoga bisa menjadi pelajaran.

Sekadar Anda tahu, saya bisa mendapat beasiswa S2 di ITB dengan IPK 2,56. Padahal ketika itu dosen pembimbing saya mengatakan saya tidak akan bisa lanjut S2 karena IPK saya tidak mencapai 3. Tapi, takdir Allah berkata lain, alhamdulillah saya bisa lanjut S2 dengan beasiswa penuh.

Catatan: Keduanya (petugas penerima berkas saya dan dosen pembimbing) telah wafat. Semoga Allah memberi rahmat kepada mereka berdua.

Oleh: Lalu Abd. Rahman

Purnama tidak lagi indah seperti ketika saya kecil dulu. Kini kedatangannya sering membuat saya lemah dan sakit. Entahlah, apakah itu benar-benar berhubungan ataukah saya hanya mencocokkan saja.

Posting Komentar

Posting Komentar