Lompat ke konten
Orang Barat Pertama yang Tewas Digigit Komodo
Orang Barat Pertama yang Tewas Digigit Komodo
Ringkasan Tulisan Dialah Baron Von Redding, orang Barat pertama yang diketahui tewas digigit oleh Naga Komodo pada 1974.

Orang Barat Pertama yang Tewas Digigit Komodo

Diperbarui:  Belum ada komentar
Orang Barat Pertama yang Tewas Digigit Komodo

Dialah Baron Von Redding, orang Barat pertama yang diketahui tewas akibat gigitan Naga Komodo pada tahun 1974. Jauh di atas lereng yang ditumbuhi palem lontar di Pulau Komodo, kini tegak sebatang salib yang dipersembahkan untuk mengenang pria malang tersebut. Informasi sejarah ini saya dapatkan dari buku karya Blair bersaudara yang berjudul "Ring of Fire - Indonesia dalam Lingkaran Api".

Di masa-masa awal penjelajahan, para pembuat peta zaman pertengahan biasa menandai ruang kosong yang belum dijelajahi pada peta-peta mereka dengan 'Tempat Naga Berada'. Namun, baru pada 1912, dari pulau vulkanik Komodo di Sunda Kecil, Indonesia, mitos naga menjadi kenyataan dengan ditemukannya Varanus komodoensis—sejenis kadal yang andal berlari, berenang, dan memanjat pohon, berpanjang lebih dari 3,5 meter, dan pelahap daging tingkat berat. Naga Komodo hidup dengan menyantap babi, kambing, kijang—dan manusia, kalau ia bisa menangkapnya. Komodo adalah pemburu tingkat tinggi dan ganas, menelusuri korbannya dengan lidahnya yang panjang, merah muda, dan bercabang, yang melecut-lecut di atas tanah bagaikan kobaran api.

Itulah kutipan paragraf yang ditulis oleh pengelana Blair bersaudara dalam kisah legendaris mereka mengelilingi Nusantara—mulai dari Sumatera, Borneo, Sulawesi, Maluku, hingga Papua.

Membaca kisah itu membuat saya berpikir: jika orang-orang Barat sudah sampai di Pulau Komodo jauh sebelum tahun 1974, jangan-jangan ada korban lain sebelum Baron yang tidak tercatat, atau mungkin tubuhnya sama sekali tidak ditemukan.

Baron yang malang. Dia tentu tidak pernah menduga akan mengembuskan napas terakhir di negeri yang sangat jauh dari kampung halamannya, apalagi dengan cara tragis seperti itu. Namun, begitulah Tuhan menetapkan takdir kematian makhluk-Nya. Hanya Dia yang tahu di mana dan dengan cara bagaimana kita akan dijemput.

Komodo Dragon (Varanus komodoensis), Pulau Rinca, Komodo National Park, Flores, Indonesia
Komodo Dragon (Varanus komodoensis), Pulau Rinca, Komodo National Park, Flores, Indonesia. Foto milik: Stefano Politi Markovina.

Foto di atas hanya ilustrasi. Itu bukan komodo yang memangsa Baron, melainkan kerabat atau mungkin 'nenek moyangnya' yang tertangkap kamera.

Bicara soal komodo, jujur saya sendiri belum pernah melihat hewan purba ini secara langsung. Namun, saya sangat sering menjumpai biawak yang penampilannya memang mirip sekali dengan komodo versi mini. Di desa, biawak sering berkeliaran di semak-semak dan jika dia punya kesempatan dia akan memakan telur atau anak ayam yang masih kecil.

Bahkan, saya punya cerita unik tersendiri tentang hewan ini. Seekor biawak pernah menyelinap dan "mengeram" di kamar saya, bahkan tidur santai di atas kasur! Entah kapan dan lewat mana dia masuk. Mungkin karena kamar itu sudah cukup lama saya tinggalkan kosong, dia merasa menduduki wilayah baru.

Melihat bagaimana seekor biawak kecil bisa masuk ke ruang paling pribadi kita, atau bagaimana seorang Baron Von Redding jauh-jauh datang dari Barat hanya untuk bertemu takdirnya di lidah seekor komodo, kembali mengingatkan kita pada misteri takdir. Pada akhirnya, ke mana pun kita melangkah dan petualangan apa pun yang kita cari, tentu kita semua berharap ujung dari perjalanan hidup kita adalah husnul khatimah, penghujung yang baik.

Bagikan
Komentar aktif!Gunakan bahasa yang jelas dan santun. Komentar pertama Anda mungkin perlu disetujui dulu sebelum tampil.

Kirim Komentar